November 21

puisi untuk indonesia

Belajarlah untuk Mencintai

 

Menatap pedih alam Indonesiaku

Terluka, terkulai tanpa daya

Hilang sudah permadani ini

Serpihan berlian di angkasa tak pernah terjamah oleh mata

Semua hangus, hitam, mengerang kesakitan

Bumi pertiwi dilanda kehancuran

Keserakahan memantik keegoisan

Bertindak tanpa memikirkan dampak

 

Oh Indonesiaku

Rindu aku pada dirimu yang dulu

yang cerah mengijau

yang melegakan tiap pasang penglihatan melihatmu

 

Kini

dirimu tak seperti yang dulu

kebakaran hutan, banjir, tanah longsor, kepunahan, pencurian, penebangan liar

menjadi makanan keseharian

sering diadili tapi tak pernah berhenti

sering tertangkap tapi tak pernah berubah sikap

 

Wahai manusia Indonesia

Sadarkah dirimu

Tuhan memberikan permadani ini untuk kita

tak pernahkah kau dengar rintihan alam memanggilmu

tak pernah sadarkah dirimu

akan perbuatan untuk negerimu

Mengapa engkau rusak keindahan alam ini

 

Inikah budayamu sekarang

Budaya setelah 70 tahun merdeka

budaya yang mementingkan nafsu semata

hanya materi yang ada di otak busukmu

hanya kesenangan pribadi yang memenuhi jiwamu

 

Wahai manusia Indonesia

ini rumahmu

rumah kita bersama

jagalah rumah ini

cintai, sayangi, kasihi dia

Tuhan telah memberikan segalanya untuk kita

Belajarlah untuk mencintai rumah ini

Disini kita berada

Jangan biarkan alam lndonsia meranggas, merintih kesakitan, dan terjebak oleh kegelapan

Jaga, cintai, sayangi

Itulah dambaan ibu pertiwi

 

Yogyakarta, 20 Nov 15

 



Copyright 2017. All rights reserved.

Posted November 21, 2015 by denis.cyntia.m in category "my word

About the Author

Hi, I'm Denis from Trenggalek. Do you know Trenggalek ? If you don't know you can search in google :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *